Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Milestone (Yang Dimuat atau Diterbitkan)

Proses (Kreatif) Dibalik Buku Anak : Mengenal Tanda Kebesaran Allah SWT

Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin Tahun 2015 kemarin ditutup dengan terbitnya buku solo perdana saya. Buku anak berjudul "Mengenal Tanda-Tanda Kebesaran Allah SWT", diterbitkan oleh Al-Kautsar Kids (Pustaka Alkautsar Group). Buku setebal 152 halaman ini telah menempuh perjalanan yang cukup panjang sejak idenya muncul hingga terbit.  Berawal dari perjalanan saya, suami, dan dua anak saya naik motor bolak-balik dari rumah ke masjid setiap waktu sholat tiba.  Saat maghrib, isya dan subuh, saya selalu memandangi langit yang gelap. Di antara kerlip bintang di sana, saya melihat bulan dalam bentuk yang selalu berbeda. Kadang sabit tipiiis serupa alis, kadang cembung gendut lucu, kadang purnama bulat sempurna dengan cahaya berpendar-pendar, indah sekali.  Lalu timbullah tanya dalam hati, dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman bahwa tidaklah Dia menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia. Tapi mengapa rasa di hati saya terhadap bulan tak lebih hanya hi...
Konflik Si Kecil Di muat di Rubrik Buah Hati Republika, Selasa 23 Oktober 2012
Roti Lapis Madu Hmm...Roti Lapis Madu yang yummy Dimuat di majalah Parenting edisi Juni 2012. Nailah tertawa geli waktu aku bacain ceritanya, dan dia suka ilustrasinya. Cuma satu yang dia protes : "Kok gambarnya Nailah ngga pakai sendal tapi adek pake, yang gambar lupa ya, Ma?" wkwkwkwk...... —
Storycake for Amazing Moms Buku Antologiku yang ketiga. Tulisanku judulnya "Back to the Track" Sudah terbit dan beredar di toko buku, terutama Gramedia. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Harga Rp 48,000.00
Pria Masa Lalu Cerpen pertama yang dimuat di Majalah Femina edisi 3-9 Desember 2011. Cerpen yang dibuat di awal-awal belajar menulis, nekat dikirim ke Femina bulan May 2011, baru dimuat bulan Dec 2011.
Dawai Hati Buku Antologi keduaku. Terbit November 2011. Tulisanku "Strategi Cinta" ada di sana. Dawai Hati, Merajut Rindu, Menjemput Samara Jumlah Halaman 130 Hal Penulis Jasmine Noor Amini, dkk Harga Buku = Rp. 34.000 Buku ini mengajak hati untuk berwisata. Menapaki keping-keping relung hati yang terdalam. Sebuah perjalanan menyapa hati yang dilanda sepi. Perjalanan bermula dari sebuah taman hati. Di dalamnya bersemayam gumpalan-gumpalan hati yang dilanda rasa rindu. Kerinduan pada sang pujaan hati. Nampak indah harapan dan impian akan hadirnya sang pangeran. Untuk segera bersanding di pelaminan. Setelah asyik masyuk menemani hati-hati yang dilanda rindu. Kembali menyapa relung hati yang lain dalam sebuah pesta hati. Menyapa hati yang dirundung kegalauan akan hadirnya sang Jodoh. Kisah masa lalu yang kelam, kehidupan yang belum mapan, sampai hadirnya cinta yang lain, mencabik-cabik rasa menjelang hari yang dinantikan. Keraguan datang, cobaan m...
Pentas Seni     Dimuat di majalah Parenting edisi Agustus 2011
Lebaran Sang Pemberani Dimuat di rubrik Setetes Embun Majalah Kartini edisi Agustus 2011
Sekolah Itu Adalah Aku Buku Antologi pertamaku. Terbit bulan Juli 2011 Tulisanku ada di urutan no 2, berjudul "Sekolah Itu Adalah Aku" Harga: Rp 39.000 Penulis: Pipiet Senja dkk Ukuran: 14 x 20 cm Tebal: x + 246 hlm Penerbit: Qultum Media ISBN: 979-017-170-6 Harga: Rp39.000,- Ananda tersayang, Janganlah pernah engkau lukai ibumu. Jika engkau tahu sedikit saja bentuk kasih sayang bundamu, sejatinya itu belumlah cukup menggambarkan seluruh perjuangannya, semesta cintanya, dan, segala pengorbanannya untukmu. Sungguh, semua itu tidaklah cukup melukiskan kasih mereka. Ibunda tercinta, Tak ada kata yang sepadan untuk menyampaikan betapa kami berterima kasih untukmu. Tak mampu kami melukiskah betapa engkau amat berarti bagi kami. Tak sanggup kami menghadiahimu dengan persembahan yang setara pengorbananmu. Maafkan kami, Bunda. Kami benar-benar berterima kasih atas segala yang telah engkau curahkan untuk kami. Duhai Ibunda dan Ananda yang kami cintai, ...

Tiga Langkah Pertamaku

(Juara 2 lomba menulis " Capture Your Gain Moment " yang di selenggarakan oleh Majalah Parents Guide, bulan Desember 2010) Menjelang usia sembilan bulan anakku, Farraas. Aku menjadi full time mom.  Jika dulu pengasuhnya sangat hati-hati menjaga karena tentu saja takut aku marahi kalau terjadi apa-apa. Aku cenderung membiarkan dan tidak menahannya menjelajah seisi rumah. Aku hanya mengamati benda-benda disekitarnya kalau-kalau bisa membahayakannya. Selebihnya,kubiarkan ia menantang dirinya sendiri, merangkak, memegang ini itu, menjangkau benda yang lebih tinggi, lalu mulai berdiri. Awalnya aku terpana melihat ia berdiri sendiri dengan kaki gemetar, mungkin kakinya belum kuat. Ia menangis lalu jatuh terduduk. Aku hanya tersenyum seraya berkata, “Bagus, Nak. Ayo teruskan!”. Dua hari kemudian, Farraas mulai menantang dirinya untuk menggerakkan kakinya selangkah dengan tangan berpegangan di sofa. Satu langkah masih gemetar, ia menangis, namun sekali lagi aku katakan, “Ba...