Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dongeng

Keri Kerbau yang Serakah

Hari itu sangat panas. Musim kemarau sudah tiba dan hujan sudah lama tak turun. Pohon-pohon sudah banyak yang kering dan mati. Bahkan tanah-tanah sudah mulai retak. Keri Kerbau bersama empat saudara kerbauya setiap hari mendatangi sebuah rawa di dekat hutan. Kini air di rawa itu sudah mulai berkurang. Bahkan dasar rawa itu sudah mulai kelihatan di sana sini. Air yang tersisa di rawa itu membentuk dua kubangan besar. Keri Kerbau masuk ke kubangan pertama yang lebar dan airnya lebih banyak. Ketika saudara-saudaranya hendak ikut masuk ke kubangan itu, Keri menghardiknya dengan keras. "Jangan masuk, ini kubanganku. Kalian ke kubangan itu saja" Kata Keri sambil menunjuk ke arah kubangan yang dekat rimbunan pohon bambu di tepi rawa. Airnya lebih sedikit. "Air di kubangan itu sedikit Keri, hanya bisa dimasuki dua kerbau saja. Sedangkan kita kan berlima" Sahut Ibau si Kerbau kedua. "Tidak boleh. Ini kubanganku sendiri. Musim hujan belum lagi turun. Kalau air di...

Anggi Angsa yang Takut Air Dingin

 oleh : Pida Siswanti Anggi adalah seekor anak angsa yang tinggal di sebuah rumah tua tak berpenghuni di tepi danau. Angsa biasanya sangat suka mandi dan berenang di dalam air danau. Namun tak demikian dengan Anggi. Dia hanya suka mandi dan berenang jika air danau telah hangat oleh sinar matahari. Padahal sejak matahari memancarkan sinarnya di pagi hari, anak-anak angsa tetangga Anggi telah beraamai-ramai mandi dan berenang bersama di danau bersama para ibu angsa, walaupun air danau masih dingin. Namun Anggi memilih tetap tidur di kamarnya dan baru keluar saat matahari sudah cukup tinggi dan air danau menjadi hangat. Hari itu, ibu Anggi kembali mengajak Anggi mandi dan berenang di danau. Matahari masih tampak merah di ufuk timur. "Anggi, lihat teman-temanmu semua sudah masuk ke dalam danau. Ayo bergabung dengan mereka" Ajak Ibu. "Ngga mau, Bu. Air danaunya masih dingin" Sahut Anggi. "Air dingin akan membuatmu segar, Anggi" Bujuk Ibu lagi. ...

Burung Gereja dan Ikan Kecil

oleh: Pida Siswanti Ada sebuah rumah tua di pinggir hutan yang sudah lama tidak berpenghuni. Rumah tua itu berada tepat di tepi sebuah danau yang cukup luas. Di loteng rumah tua itu tinggallah seekor burung gereja bernama Geri dan di danau itu hiduplah seekor ikan kecil bernama Kani. Mereka berdua bersahabat dekat. Mulanya, danau itu berair sangat jernih. Kani dan keluarga ikan hidup dengan nyaman di sana. Tetapi, beberapa waktu lamanya, para penduduk desa di pinggir hutan itu membuang air limbah keluarga dan juga sampah ke dalam selokan yang dialirkan ke danau itu. Sehingga lama-kelamaan, danau itu tidak lagi berair jernih dan juga mendangkal akibat tumpukan sampah di pinggirannya. Akibatnya, Kani dan ikan-ikan lainnya yang masih kecil, sering sakit-sakitan. Suatu pagi, Geri hinggap di sebuah pohon kecil di tepi danau yang salah satu rantingnya menjulur ke tengah danau. Ia memanggil-manggil Kani untuk mengajaknya bertukar cerita seperti yang biasa mereka lakukan setiap harinya. ...