Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mendidik anak cara nabi dan orang sholeh

Proses (Kreatif) Dibalik Buku Anak : Mengenal Tanda Kebesaran Allah SWT

Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin Tahun 2015 kemarin ditutup dengan terbitnya buku solo perdana saya. Buku anak berjudul "Mengenal Tanda-Tanda Kebesaran Allah SWT", diterbitkan oleh Al-Kautsar Kids (Pustaka Alkautsar Group). Buku setebal 152 halaman ini telah menempuh perjalanan yang cukup panjang sejak idenya muncul hingga terbit.  Berawal dari perjalanan saya, suami, dan dua anak saya naik motor bolak-balik dari rumah ke masjid setiap waktu sholat tiba.  Saat maghrib, isya dan subuh, saya selalu memandangi langit yang gelap. Di antara kerlip bintang di sana, saya melihat bulan dalam bentuk yang selalu berbeda. Kadang sabit tipiiis serupa alis, kadang cembung gendut lucu, kadang purnama bulat sempurna dengan cahaya berpendar-pendar, indah sekali.  Lalu timbullah tanya dalam hati, dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman bahwa tidaklah Dia menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia. Tapi mengapa rasa di hati saya terhadap bulan tak lebih hanya hi...

Cara Jitu Memotivasi Anak Agar Rajin Sholat

Oleh : Pida Siswanti Dimuat pada tanggal 18 Maret 2015 di website http://www.ummi-online.com Sahabat Ummi, memiliki anak yang rajin mendirikan sholat tentu sangat menyejukan mata dan hati kita. Ada harapan kelak dia akan terjaga dari akhlak buruk karena sholat insya Allah mampu mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Kita sudah mengajarinya bacaan dan tata cara sholat, selalu mengajaknya sholat berjamaah di masjid. Kita pun sudah memasukannya ke sekolah yang membiasakan sholat dhuhur berjamaah di masjid sekolah. Namun anak kita terlihat masih belum bersegera sholat ketika azan atau iqomah terdengar, masih harus disuruh-suruh. Bahkan mereka seperti sengaja menunda takbiratul ikhrom sampai sedetik sebelum ruku’, masih tengok kanan tengok kiri selama sholat, dan tak jarang sholat sambil ngobrol atau sambil bercanda tertawa cekikikan dengan kawan sebelahnya. Malah anak laki-laki tak sedikit yang sholat sambil main berantem-beranteman dengan kawannya. Bagaimana y...

3 Romantisme Dunia-Akhirat yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Anak

Oleh : Pida Siswanti Dimuat pada tanggal 6 Maret 2015 dalam website http://www.ummi-online.com Jika kita ditanya, apa momen paling romantis kita bersama pasangan kita? Kita pasti akan mampu menjawabnya secepat kilat. Tapi jika kita ditanya, apa momen paling romantis kita bersama anak kita yang belum lagi dewasa tapi juga sudah bukan lagi balita? Apakah kita akan mampu menjawabnya dengan kecepatan yang sama? Mungkin kita akan menjawab: saat mendaftarkannya sekolah, saat mengambil rapotnya, saat hadir di hari performance-nya, atau saat bermain bersamanya. Dari semua momen itu, mana momen yang tanpa terbebani kewajiban kita sebagai orang tua sekaligus momen yang romantismenya terhubung tak hanya di dunia melainkan juga di akhirat? Berikut ini adalah 3 momen paling romantis yang bisa mulai kita ciptakan bersama anak-anak kita, agar ikatan batin kita dengan mereka menjadi semakin kuat. Ikatan batin itu Insya Allah akan terus membekas dalam hati mereka, meskipun kita tak ada lagi di si...

Belajar Ilmu Parenting dari Para Nabi dan Orang Sholeh (Bagian 3)

Rangkuman Seminar Parenting : “Mendidik Anak Perempuan" Narasumber Ust. Bendri Jaisyurrahman Sabtu 8 November 2014 di Sekolah Alam Indonesia cabang Meruyung Dinarasikan kembali oleh : Pida Siswanti Dulu, sebelum Islam datang, perempuan tidak mendapat tempat yang cukup mulia di tengah masyarakat di berbagai penjuru dunia. Perempuan direndahkan, dihinakan. Antara lain : perempuan dianggap sebagai 'barang', bukan manusia, sehingga dapat diwariskan. Atau perempuan ditempatkan tak lain tak bukan hanya sekedar sebagai obyek seks saja. Dari keadaan tersebut, beberapa perempuan kemudian mengalami trauma lantas mendobraknya dengan menjadi kelompok feminis.   Muhammad SAW pun diangkat menjadi Rasul Allah, Islam datang, memberikan posisi yang memuliakan perempuan. Jika feminis ingin menyetarakan laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Islam tidak demikian. Islam menempatkan perempuan di jalur khusus, jalur perempuan. Jalur yang mampu memaksimalkan po...