Langsung ke konten utama

Sroto Banyumas

Weekend adalah saatnya masak istimewa untuk keluarga. Mencoba resep-resep baru. Kalau disuka, maka masuk dalam daftar resep favorit keluarga. Kali ini saya ingin masak Sroto Banyumas.

Ini adalah jenis soto yang sudah akrab di lidah saya sejak kecil. Kebetulan saya lahir dan tinggal di Jatilawang, sebuah kota kecamatan yang masuk ke kabupaten Banyumas. Selain mendoan, Sroto Banyumas inilah makanan kesukaan saya yang lain. Terakhir makan sroto ini ya kalau saya sesekali pulang ke Cilacap. Di sana ada Sroto Sokaraja yang rasanya mirip.

Eh, beberapa minggu lalu, di daerah Pondok Labu, dekat kantor saya, saya menemukan warung Sroto Banyumas, dan rasanya enak. Saya pengin keluarga saya ikut mencicipi enaknya, makanya saya sengaja cari resep Sroto Banyumas ini dan inilah hasilnya. Hmm...yummi.....

Sroto Banyumas

Bahan
1/2 ekor ayam, potong dua
2 Liter air
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
3 cm jahe, memarkan
3 daun jeruk

Pelengkap
Soun, sesukanya, rendam air hangat, tiriskan.
Taoge pendek, sesukanya, cuci bersih
Kacang tanah, sesukanya, goreng
Kecap manis
Bawang goreng
Jeruk nipis, iris
Daun bawang, sesukanya
Seledri, sesukanya
Kerupuk padang, goreng
Minyak goreng


Bumbu Halus
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kunyit, bakar
5 butir kemiri, sangrai
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk, kalau suka
Semua bumbu di atas, dihaluskan

Sambal Kacang

150 gram kacang tanah, goreng
5 buah cabai rawit merah yang sudah direbus/kukus
garam secukupnya
Semua bahan di atas, dihaluskan. Lalu ditambahkan air hangat secukupnya.

Cara membuat
1. Rebus ayam bersama serai, lengkuas, jahe, daun jeruk, hingga matang dan membentuk kuah kaldu, kemudian tiriskan ayam. Ayam kemudian digoreng dan disuwir.
2. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukan ke dalam kuah kaldu. Setelah mendidih, kecilkan api

Penyajian
Siapkan mangkuk, masukan soun, tauge pendek, ayam suwir. Taburi kacang goreng dan kerupuk. Lalu siram dengan kuah soto. Terakhir taburi irisan daun bawang, seledri, bawang goreng. Sajikan panas dengan kecap, irisan jeruk nipis, dan sambal soto.
Bisa disajikan dengan nasi putih ataupun ketupat.

*Jika kuah soto kurang sedap dilidah anda, silahkan ditambahkan satu bungkus royco atau masako rasa ayam, jika suka.

Komentar

  1. Wah, sama-sama penggemar sroto banyumas juga ternyata..saya juga kangen sroto banyumas sayang di palembang ndak ada.

    BalasHapus
  2. Kakang/mbokayu sing lokasine neng daerah cileungsi-bogor. Mangga mampir neng warung Sroto Banyumas "Balia Maning", aja kelalen ya.

    Salam ngapak
    www.srotobanyumas.com

    BalasHapus
  3. Untuk sensasi sroto banyumas, kami hadir dengan cita rasa khas banyumas di daerah cileungsi dan sekitarnya. SIlahkan mamppir ke warung kami "Warung Sroto Banyumas - Balia Maning"

    www.srotobanyumas.com

    BalasHapus
  4. terimakasih bu atas info.a akhir.a sekarang saya tau juga resep sroto pondok labu yg enak itu :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga Langkah Pertamaku

(Juara 2 lomba menulis " Capture Your Gain Moment " yang di selenggarakan oleh Majalah Parents Guide, bulan Desember 2010) Menjelang usia sembilan bulan anakku, Farraas. Aku menjadi full time mom.  Jika dulu pengasuhnya sangat hati-hati menjaga karena tentu saja takut aku marahi kalau terjadi apa-apa. Aku cenderung membiarkan dan tidak menahannya menjelajah seisi rumah. Aku hanya mengamati benda-benda disekitarnya kalau-kalau bisa membahayakannya. Selebihnya,kubiarkan ia menantang dirinya sendiri, merangkak, memegang ini itu, menjangkau benda yang lebih tinggi, lalu mulai berdiri. Awalnya aku terpana melihat ia berdiri sendiri dengan kaki gemetar, mungkin kakinya belum kuat. Ia menangis lalu jatuh terduduk. Aku hanya tersenyum seraya berkata, “Bagus, Nak. Ayo teruskan!”. Dua hari kemudian, Farraas mulai menantang dirinya untuk menggerakkan kakinya selangkah dengan tangan berpegangan di sofa. Satu langkah masih gemetar, ia menangis, namun sekali lagi aku katakan, “Ba...

Guru Berbaris

Oleh : Pida Siswanti Saat itu, Nai si 4 tahun sedang bermain bersama Tata si 3 tahun, seorang anak tetangga. Mereka bermain buku yang bisa buka tutup bercerita tentang keluarga kelinci dan kegiatannya di sekolah kelinci. Di dalam buku itu banyak benda-benda yang sering dijumpai disekolah berikut jumlahnya. Mereka asyik bertanya satu sama lain yang jawabannya adalah hitungan satu dua dan seterusnya... Tata bertanya, "Teman di sekolah kamu berapa?" Nai menjawab," Ada delapaaaannnn..." Keduanya tepuk tangan. Tata bertanya lagi, "Kalau bu guru di sekolah kamu ada berapa?" Nai menjawab," Banyaaakkk..." Tata belum puas dengan jawaban Nai,"Banyaknya berapa?" Nai menjawab, "Banyak deh....Nai ngga bisa hitung abisnya bu gurunya ngga mau baris!" Depok, 27 Oktober 2010.

Resep Rahasia

Terdengar suara mobil memasuki garasi disusul bunyi klakson tiga kali. Sisi bergegas membuka pintu.  Itu Rayyan, suaminya. “Ugh…aku lapar sekali, Si” ungkap Rayyan seraya masuk ke dalam rumah. Ia mengelus-elus perut. “Makan malam sudah tersedia di meja, Ray. Tak perlu khawatir,” sahut Sisi membuntuti suaminya. Rayyan meletakkan tas kerjanya di kamar, lalu berganti pakaian. Ketika ia datang ke meja makan, Sisi sudah menunggunya di sana. “Pepes Ikan lagi?” komentar Rayyan spontan setelah melihat menu yang terhidang di meja, “Dan tumis lagi…tumis lagi…” tambahnya, tampak tak berselera makan. Senyum Sisi langsung menghilang. “Tolong buatkan mie instan sih, Si” pinta Rayyan kemudian. Ia langsung beranjak ke ruang tengah dan menyalakan televisi, tak memperhatikan perubahan raut wajah istrinya. Tanpa banyak bicara, Sisi beranjak ke dapur memenuhi permintaan suaminya. Sudah lima tahun usia perkawinan mereka, namun pujian Rayyan di meja makan sepertinya ...