Langsung ke konten utama

Orang-orang yang Beriman : Karakteristik Minimum (Bagian 2)

Disarikan dari ceramah Nouman Ali Khan dalam :
  1. *FULL* A Night Of Inspiration + Q&A ~ Nouman Ali Khan!! 
  2.  Full - A Night of Inspiration - Nouman Ali Khan + Q & A  
  3. A Night of Inspiration - Nouman Ali Khan 
  4. *FULL* A Night Of Inspiration + Q&A ~ Nouman Ali Khan!!  
  5. PORN will VIOLATE your SOUL ~ Nouman Ali Khan ~ POWERFUL reminder!!! 
  6. Are You a Reactionary Person? - Nouman Ali Khan
Dinarasikan kembali oleh : Pida Siswanti
"Keenam video di atas berasal dari satu sesi ceramah. Diunggah ke youtube oleh orang yang berbeda dengan penekanan yang berbeda, terlihat dari durasi masing-masing video dan scene topik yang diambil."

Bagian 1 silahkan ke link Al-Mu'minun

(High Level) Karakteristik Tinggi : 'Ibaadur-rahman
Karakteristik ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqon (25) ayat 63 - 76:

063
"Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati; dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." – (QS.25:63)
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا
Wa'ibaadur-rahmanil-ladziina yamsyuuna 'alal ardhi haunan wa-idzaa khaathabahumul jaahiluuna qaaluuu salaaman
064
"Dan orang yang melalui malam hari, dengan bersujud dan berdiri (shalat) untuk Rabb-mereka." – (QS.25:64)
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
Waal-ladziina yabiituuna lirabbihim sujjadan waqiyaaman
065
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Rabb-kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal'." – (QS.25:65)
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Waal-ladziina yaquuluuna rabbanaaashrif 'annaa 'adzaaba jahannama inna 'adzaabahaa kaana gharaaman
066
"Sesungguhnya, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." – (QS.25:66)
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Innahaa saa-at mustaqarran wamuqaaman
067
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir (membelanjakannya), dan adalah (belanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian (secukup keperluannya saja)." – (QS.25:67)
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
Waal-ladziina idzaa anfaquu lam yusrifuu walam yaqturuu wakaana baina dzalika qawaaman
068
"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)," – (QS.25:68)
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Waal-ladziina laa yad'uuna ma'allahi ilahan aakhara walaa yaqtuluunan-nafsallatii harramallahu ilaa bil haqqi walaa yaznuuna waman yaf'al dzalika yalqa atsaaman
069
"(yakni) akan dilipat-gandakan azab untuknya pada hari kiamat, dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina," – (QS.25:69)
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا
Yudhaa'af lahul 'adzaabu yaumal qiyaamati wayakhlud fiihi muhaanan
070
"kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka (untuk) mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." – (QS.25:70)
إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Ilaa man taaba waaamana wa'amila 'amalaa shaalihan fa-uula-ika yubaddilullahu sai-yi-aatihim hasanaatin wakaanallahu ghafuuran rahiiman
071
"Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah, dengan taubat yang sebenar-benarnya." – (QS.25:71)
وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا
Waman taaba wa'amila shaalihan fa-innahu yatuubu ilallahi mataaban
072
"Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan diri-nya." – (QS.25:72)
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
Waal-ladziina laa yasyhaduunazzuura wa-idzaa marruu billaghwi marruu kiraaman
073
"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta." – (QS.25:73)
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا
Waal-ladziina idzaa dzukkiruu biaayaati rabbihim lam yakhirruu 'alaihaa shumman wa'umyaanan
074
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Rabb-kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang (anggota keluarga) yang bertaqwa'." – (QS.25:74)
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Waal-ladziina yaquuluuna rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurrii-yaatinaa qurrata a'yunin waaj'alnaa lilmuttaqiina imaaman
075
"Mereka itulah orang yang dibalasi, dengan martabat yang tinggi (dalam surga), karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat (dari para malaikat) di dalamnya," – (QS.25:75)
أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا
Uula-ika yujzaunal ghurfata bimaa shabaruu wayulaqqauna fiihaa tahii-yatan wasalaaman
076
"mereka kekal di dalamnya. surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman." – (QS.25:76)
خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Khaalidiina fiihaa hasunat mustaqarran wamuqaaman
Sumber tabel http://islamagamauniversal.wordpress.com/db_cover/e_qs_025/

Allah memberi gelar orang-orang yang beriman dengan karakter ini sebagai 'ibaadur-rahman, hamba Sang Maha Pengasih.

sumber gambar : www.luthfimasruri.besaba.com
Waal-ladziina yabiituuna lirabbihim sujjadan waqiyaaman, dan orang yang melalui malam hari, dengan bersujud dan berdiri (shalat) untuk Rabb-mereka
Dilihat dari parameter yang sama dengan Al-Mu'minun, yaitu dilihat dari sholatnya, 'ibaadur-rahman adalah mereka yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri (shalat) untuk Rabb-mereka.

Yabiituuna (noun) berasal dari dari kata kerja (verb) baata, yang artinya menghabiskan malam. Maka 'Ibadur-rahman adalah mereka yang menghabiskan malamnya (sebagian besar malamnya) untuk sujud dan berdiri sholat untuk Allah. Sujud (sujjadan) disebut lebih dulu daripada berdiri dalam sholat, karena inilah posisi seorang hamba paling dekat kepada Allah. Mereka menghabiskan waktu malamnya untuk sholat karena sangat ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Lagi, kata yang digunakan berbentuk kata benda (noun) yang bersifat permanen dan tidak lekang oleh waktu, yabiituuna. Artinya 'ibaadur-rahman itu sholat malamnya tidak temporer, tidak sekali-kali, tidak hari ini sholat malam lalu besok malam tidak. 'Ibaadur-rahman adalah mereka yang sholat malam tiap malam, sebagai ibadah tambahan dari sholat wajib mereka, karena ingin mendekatkan diri kepada Allah. Soal khusyu tidak disinggung di ayat ini. Seolah Allah ingin menunjukan betapa Maha Pengasihnya Dia pada hamba-hamba-Nya. Dia tahu bahwa sholat malam tiap malam itu bukanlah sesuatu yang mudah, kecuali bagi sesiapa yang dimudahkan-Nya, apalagi ditambah harus selalu khusyu.

Apakah kita sudah masuk golongan ini? 'Ibaadur-rahman? Sholat malam tiap malam?


Duh, tambah berat aja! Jangan khawatir, buat yang merasa belum bisa masuk golongan Al-Mu'minun ataupun 'Ibaadur-rahman, Allah masih membuka daftar kategori lain yang syaratnya lebih mudah. Kategori minimum. Barangkali level keimanan kita masih ada di sana. Level minimum.

Tapi ingat ya...level berikutnya adalah level minimum. Jadi pastikan diri kita minimal masuk kategori ini. Karena kalo tidak....Oh, No...! KITA DALAM BAHAYA!

Tapi tetep.....level yang tinggi 'Ibaadur-rahman harus tetap menjadi tujuan hidup kita. Level minimum hanya menjadi steping-stone, batu loncatan, untuk kita naik ke level-level berikutnya yang lebih keren! Dan level Al-Mu'minun, harus tetap menjadi tujuan akhir kita, our ultimate goal. Pengin ke surga firdaus, kan?

Bersambung ke Bagian 3

Komentar